Tips Traveling Halal di Jepang - Sastro Travel
Tips Traveling Halal di Jepang - Sastro Travel
Sastro Travel - Liburan ke Jepang memang cukup membuat ribet traveler yang beragama Islam. Ya wajar saja sich, soalnya di Jepang bukan negara Islam atau mayoritasnya penganut agama Islam. Wajar bila sedikit fasilitas yang ada buat kamu traveler Muslim. Tapi paling akhir, Jepang sangat concern dengan wisata halal lho. Buat kamu yang ingin liburan ke Jepang, nih ada tips dari Wetravell yang baru balik dari sana. Ada beberapa hal yang butuh kamu lihat waktu traveling ke Jepang jadi Muslim. Yuk baca supaya asik waktu jalan ke Negeri Sakura!
Pertama, ambil aplikasi reminder melaksanakan ibadah seperti Muslim Pro dan Halal Navi. Waktunya ‘kan berbeda , tidak kaya di Indonesia
Aplikasi untuk Muslim ini penting untuk kamu pakai di Jepang. Kamu bisa tahu tempat kiblat, waktu salat, bisa buat baca Quran juga. Tapi yang tidak kalah penting adalah aplikasi Halal Navi. Tempat makanan atau resto halal mudah sekali diketahui dengan aplikasi ini, plus dengan penjelasan dan banyak komentar di dalamnya. Mencari masjid gampang kok, ya walaupun sangat dikit masjid di Jepang.
Dengan Halal Navi, kamu bisa mencari masjid paling dekat di kota yang kamu ke arah. Contoh Masjid Ibaraki di Osaka atau Camii di Tokyo yang dulu di gunakan nikah Syahrini
Input arah masjid jadi salah satu arah kunjungan waktu di Jepang. Sebutlah saja Tokyo Camii atau Ibaraki di Osaka. Masjid di Jepang memang sedikit, oleh karenanya agendakan berkunjung ke sana waktu salat Zuhur jadi kamu bisa menjamak salat Zuhur dan Ashar. Nah untuk jamak Maghrib dan Isya bisa diakhirkan waktu malam hari sesudah datang di penginapan. Keliatannya ada juga prayer room di bandara Narita dan stasiun Tokyo tapi jarang digunakan untuk salat. Mungkin dikit yang tahu ya.
Tidak mudah dapatkan makanan halal di Jepang terutamanya di restoran-restoran dari sana. Prinsipnya sih kamu harus tahu formasnyai
Satu hal yang perlu kamu pahami, makanan non halal itu bukan berarti formasnyai hanya dari babi saja. Ada banyak faktor yang menyebabkan makanan tidak halal, seperti sake, arak atau minyak yang digunakan untuk memasak. Jauhi tempat makan yang mempersiapkan menu halal serta ada juga menu non halal karena biasanya masaknya dalam tempat yang sama. Bila tidak ada penjelasan tentang makanan halal di satu restoran, mending jauhi deh. Penjelasan bisa kamu dapatkan dari Google atau Halal Navi baru saja ya. Termudah sih makan di resto asal India, Turki atau Arab. Kebab salah satunya.
Agar lebih aman beli onigiri rasa tuna mayonaise atau ikan laut lainnya. Jauhi daging ayam, sapi dan sejenisnya
Bila kamu mencari makanan di Sevel, sedikit sekali lho yang diindikasi halal. Supaya aman, kamu mending beli Onigiri dengan isian ikan laut saja, salah satunya tuna mayonaise saja yang memiliki bahan kelihatannya cukup halal, sekejap lainnya belumlah pasti halal. Karena tidak ada labelnya, kita cuma bisa ikhtiar dengan cara mengira-ngira. Tapi dari pelajar Indonesia di Jepang sih menerangkan bila onigiri tuna mayonaise halal dan cocok dengan lidah Indonesia.
Ramen halal cukup ada beberapa di Tokyo, Osaka atau Kyoto. Bila di Osaka mencari saja Halal Ramen Naritaya dekat Dotonburi atau Namba
Selama di Jepang, tidak ingin ketinggalan nyobain ramen. Terdapat beberapa restoran ramen halal bisa kamu coba. Hipwee sih saranin mencari Naritaya ramen. Waktu kami jalan-jalan ke Dotonburi Osaka, ada Halal Ramen Naritaya tidak jauh dari sana. Waktu di Kyoto, berjumpa Halal Ramen Gion Naritaya. Entahlah satu franchise atau mungkin tidak yang tentu nama restonya saja telah halal. Tidak ketinggalan, di Asakusa Tokyo ada pula Ramen Naritaya. Supaya tidak susah mencari saja Naritaya deh bila ingin makan ramen. Harga nya seputar 800-1500 Yen alias 100-200 beberapa ribu. Mahal ya.



Komentar
Posting Komentar