4 Alasan Jangan Liburan di Jogja Saat Lebaran - Sastro Travel
4 Alasan Jangan Liburan di Jogja Saat Lebaran
Sastro Travel - Peristiwa mudik lebaran hampir datang. Banyak yang telah mudik ke kampung halaman, beberapa masih juga dalam perjalanan. Buat yang masih di jalan, telah kebayang masakan opor, keliling ke tetangga dan bagi-bagi angpao. Jadi kamu mudik ke mana nih? Tidak ke Jogja kan? Hehehe. Buat orang Jogja sendiri, sebetulnya tidak banyak yang mudik ke luar kota. Maklum, Jogja kan umumnya jadi arah mudik orang Jabodetabek serta sekelilingnya. Spesial untuk kamu yang mudik ke Jogja ya bersiap saja dengan adanya banyak kemacetan di jalan serta obyek wisata. Buat yang maksudnya hanya berlibur, mending menunda dahulu deh dibanding terkena drama mudik. Nih paling tidak ada 4 fakta semestinya kamu tidak berlibur ke Jogja dahulu cocok libur lebaran. Beneran tidak asyik intinya.
1.Kemacetan kronis tetap hadir pada musim mudik lebaran di Jogja. Jalanan kota yang sempit serta kurangnya kantong parkir membuat kemacetan panjang
Kota Jogja itu sebetulnya luasnya begitu kecil cuma 38 km persegi. Kemungkinan cuma ukuran luas 2 kecamatan jika di Jakarta. Jalanan protokolnya juga sempit-sempit. Kehadiran kendaraan roda 4 dengan massif di Jogja akan membuat kemacetan panjang. Ditambah lagi lampu merah di Jogja populer lama, diantaranya di Pingit yang sampai lebih dari 120 detik. Ini menyebabkan jarak menempuh di kota jadi berlama-lama walau sebenarnya jaraknya dekat. Intinya tidak enak deh jika kamu jadi orang lokal yang alami kemacetan kronis walau sebenarnya awalnya biasa saja. Buat orang Jogja sendiri, mudik lebaran membuat malas ke mana-mana. Ditambah lagi banyak pemudik, tentu banyak yang menyukai nyalain klakson saat lampu jalan raya beralih jadi hijau sampai klaksonnya bersahutan. Walau sebenarnya orang Jogja sendiri tidak semacam itu.
2.Obyek wisata di Jogja juga penuh dengan pelancong. Beuh, tidak asyik intinya berlibur ke Jogja di waktu lebaran
Masih inget dengan Gua Pindul yang penuh dengan manusia beberapa tahun kemarin? Yap, demikianlah potret obyek wisata di Jogja (Wilayah Spesial Yogyakarta). Tidak hanya di Pindul, di lokasi wisata yang tentu dikunjungi pemudik seperti Maliboro serta Titik 0 km., tidak kalah penuhnya. Ketentuan fundamental buat orang Jogja waktu lebaran, jauhi lokasi Malioboro serta sekelilingnya. Jika kamu ingin sebatas liburan, mending mencari lain waktu deh. Serius.
3.Sudah begitu, beberapa pelaku suka juga aji mumpung dengan kasih harga makanan yang mahal seperti di Malioboro serta sekelilingnya
Sempat denger kan warung makan di Malioboro kasih harga semaunya cocok libur lebaran? Yap, lesehan Intan di Malioboro tahun 2017 lalu viral di Facebook sebab kasih harga tidak logis. Untuk makan ala kaki lima beberapa 9 bagian (bebek, ayam, gudeg) harus bayar 490 ribu. Ini lesehan kaki lima lho. Walau sebenarnya jika dihitung dengan normal, paling hanya habis 200 beberapa ribu saja. Pada akhirnya lesehan itu ditutup.
4.Ditambah lagi pelaku tukang parkir yang suka juga naikin harga. Banyak insiden sich yang membuat kesel
Pelaku tukang parkir liar ngeselin nih. Rasakan aji mumpung libur lebaran hanya hadir sekali satu tahun, terkadang ada yang menyukai nakal mintain uang parkir tidak lumrah. Harusnya 2000 dimintain 5000, harusnya 10 ribu dimintain 20 ribu. Bahkan juga ada bis yang dimintain 200 ribu sekali parkir walau sebenarnya umumnya 50 ribu. Pelaku parkir ini seringkali jadi aduan pelancong yang hadir ke Jogja, khususnya waktu libur panjang seperti lebaran serta tahun baru.


Komentar
Posting Komentar